Sidang pemakzulan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte dimulai — Apa yang diketahui sejauh ini?

Sara Duterte, Filipina

Sumber gambar, Senate of the Philippines

Keterangan gambar, Sara Duterte didakwa atas dugaan korupsi serta ancaman terbuka untuk membunuh Presiden Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr.
Telah diterbitkan
Waktu membaca: 5 menit

Sidang pemakzulan Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, resmi dimulai pada Senin (06/07). Proses hukum ini mempertaruhkan rencana pencalonannya untuk maju sebagai presiden pada Pemilu 2028.

Jika dimakzulkan, Duterte akan dilarang keras untuk kembali menduduki jabatan publik jika ia dinyatakan bersalah.

Dia didakwa atas dugaan korupsi serta ancaman terbuka untuk membunuh Presiden Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr.

Sara merupakan wakil presiden pertama yang masih menjabat dan menghadapi persidangan semacam ini.

Sidang ini membuka babak baru dalam perseteruan sengit antara Marcos dan Duterte. Aliansi politik kedua tokoh ini pecah di hadapan publik tak lama setelah mereka memenangkan pemilu tahun 2022 secara mutlak melalui kemenangan landslide.

Untuk menjatuhkan vonis bersalah terhadap perempuan berusia 48 tahun yang merupakan putri dari mantan Presiden Rodrigo Duterte ini, diperlukan dukungan suara dari 16 dari total 24 senator di dalam pengadilan pemakzulan.

Senat telah menetapkan durasi maksimum 92 hari untuk persidangan tersebut, yang merupakan sidang pemakzulan pertama terhadap seorang wakil presiden yang masih menjabat di Filipina.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Senat telah menetapkan durasi maksimum 92 hari untuk persidangan tersebut, yang merupakan sidang pemakzulan pertama terhadap seorang wakil presiden yang masih menjabat di Filipina.

Baca juga:

Bagaimana situasi politik di Filipina?

Hasil akhir dari persidangan ini sangat sulit diprediksi lantaran Senat Filipina terbelah antara kubu Marcos dan kubu Duterte, ditambah dengan konstelasi aliansi yang terus berubah. Sepanjang tahun ini saja, Senat telah dipimpin oleh empat presiden yang berbeda.

Setiap perubahan kepemimpinan tersebut—yang oleh pers lokal disebut sebagai aksi "kudeta"—selalu diputuskan melalui pembelotan suara dari segelintir senator.

Fenomena ini merupakan potret yang cukup umum dari politik Filipina yang didominasi oleh dinasti-dinasti politik. Perubahan aliansi sering kali menentukan dinamika kekuasaan di dalam pemerintahan.

Situasi kian diperumit oleh fakta bahwa dua senator yang bersekutu dengan Duterte telah ditangkap dalam beberapa pekan terakhir, sementara satu senator lainnya kini melarikan diri dan bersembunyi dari kejaran Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah ketiga senator tersebut dapat memberikan hak suara mereka secara in absentia.

Bagaimana argumen kedua belah pihak di persidangan?

Dakwaan korupsi yang menjerat Duterte berakar dari dugaan penyalahgunaan dana senilai jutaan dolar selama masa jabatannya sebagai Menteri Pendidikan. Kasus ini berpusat pada klaim-klaim pengeluaran anggaran yang diajukan oleh Duterte, di mana ia menolak untuk memberikan penjelasan dengan dalih adanya kebutuhan akan kerahasiaan.

Pihak penuntut dan pembela saling melempar argumen kuat di dalam ruang sidang. Anggota kongres perempuan, Gerville Luistro, menyampaikan argumen pembuka untuk pihak penuntut.

Senat Filipina telah berkumpul untuk sidang pemakzulan Duterte.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Senat Filipina telah berkumpul untuk sidang pemakzulan Duterte.

"Jika seorang bendahara desa kecil tidak bisa menjelaskan hilangnya dana, dia akan diperiksa. Jika seorang kepala sekolah menyia-nyiakan dana publik, bahkan jika itu hanya sebesar 5.000 peso [Rp1,46 juta], dia akan dihukum. Jika rakyat biasa dituntut untuk bertanggung jawab, mengapa tidak dengan pejabat pemerintah yang paling berkuasa?" katanya.

Sebaliknya, pengacara Wakil Presiden, Sheila Sison, berargumen dan mengatakan bahwa "sangat jelas tujuan [dari persidangan ini] adalah untuk mendepak dirinya." Sison juga menambahkan bahwa Duterte berhasil meraup 32 juta suara pada pemilu tahun 2022, jumlah yang jauh lebih banyak daripada suara yang diperoleh Marcos maupun senator dan anggota kongres mana pun yang terlibat dalam proses pemakzulan ini. Duterte sendiri terpantau tidak hadir dalam persidangan tersebut.

Bagaimana situasi di lapangan selama persidangan hari pertama?

Di dalam ruang sidang, para senator yang bertindak sebagai hakim tampak mengenakan jubah berwarna merah tua dalam persidangan pemakzulan Sara Duterte.

Di luar gedung Senat di Metro Manila, ribuan personel kepolisian—yang banyak di antaranya dilengkapi dengan senjata antihuru-hara—dikerahkan di tengah kekhawatiran akan terjadinya kerusuhan, seiring dengan berkumpulnya massa demonstran pro-Duterte dan pro-Marcos di luar gedung. Sementara itu, puluhan wartawan memadati ruangan terpisah di dalam gedung untuk meliput jalannya persidangan, sedangkan masyarakat Filipina di seluruh penjuru negeri menyaksikan proses hukum ini secara cermat melalui tayangan livestream dan acara nonton bareng di lingkungan lokal mereka.

Senat telah memberikan waktu maksimal selama 92 hari untuk merampungkan persidangan ini, yang tercatat sebagai sidang pemakzulan pertama terhadap seorang wakil presiden yang tengah aktif menjabat dalam sejarah Filipina.

Sara Duterte, Filipina

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Dalam foto arsip ini, Sara Duterte mencium tangan ayahnya, sebuah gestur yang melambangkan penghormatan mendalam dalam budaya Filipina.

Bagaimana kronologi eskalasi ketegangan politik sebelum sidang?

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Pada bulan Mei, sebuah insiden yang diduga penembakan sempat terjadi di gedung Senat setelah seorang sekutu terkemuka Duterte, Bato dela Rosa, membantu menempatkan sekutu lainnya, Alan Peter Cayetano, sebagai Presiden Senat.

Dela Rosa, yang merupakan kepala pelaksana utama dalam perang narkoba mematikan era Rodrigo Duterte dari tahun 2016 hingga 2018, kini tengah menjadi buron setelah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) membuka surat perintah penangkapan terhadap dirinya.

Kemudian pada bulan Juni, Cayetano, yang dulunya menjabat sebagai menteri luar negeri bagi Duterte senior, dicopot dari jabatannya sebagai Presiden Senat.

Baru minggu lalu, pihak berwenang mengajukan gugatan penjarahan dana terhadap senator lain yang juga sekutu Duterte, yaitu Rodante Marcoleta. Sebagai tanggapan, para pendukung Marcoleta yang berasal dari kelompok keagamaan berpengaruh menggelar aksi protes selama tiga hari di jalan raya utama Manila.

Marcoleta akhirnya menyerahkan diri pada hari Senin (06/07), hanya beberapa jam sebelum sidang pemakzulan dimulai.

Bagaimana respons dari Ferdinand Marcos Jr. dan Sara Duterte?

Sara Duterte merilis sebuah pernyataan yang diunggah di halaman resmi Facebook-nya, meski dia tidak hadir di persidangan. Sara Duterte menegaskan bahwa "beban pembuktian tetap berada di tangan jaksa penuntut" untuk membuktikan dakwaan mereka dalam sidang pemakzulannya.

Ia menambahkan bahwa opini Presiden Marcos mengenai pemakzulannya "tidaklah penting".

Kantor kepresidenan menyatakan bahwa Presiden Ferdinand Marcos Jr. memiliki "pekerjaan yang jauh lebih penting untuk diurus" daripada memantau persidangan tersebut.

Sara Duterte, Filipina

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Duterte dan Marcos membentuk aliansi politik yang menggemparkan, namun hanya bertahan singkat.

"Beliau tidak akan sekadar duduk diam dan menyaksikan sidang pemakzulan itu," ujar pejabat pers presiden, Claire Castro, kepada wartawan pada hari Senin (06/07). Ia menambahkan bahwa Marcos akan tetap mendapatkan pembaruan informasi sebagaimana mestinya mengenai perkembangan persidangan tersebut.

Pada akhir pekan lalu, Marcos sempat menyatakan bahwa jika dirinya berada di posisi Duterte, ia akan menghadiri persidangan agar dapat menjawab secara langsung dakwaan yang ditujukan kepadanya.

Marcos saat ini sedang melakukan kunjungan resmi ke Kanada. Dalam wawancara dengan wartawan di Vancouver sebelumnya, Marcos menyatakan bahwa jika dirinya yang menghadapi sidang pemakzulan, ia akan hadir secara langsung di hadapan pengadilan.

Dalam pernyataannya, Duterte berargumen bahwa "memilih untuk diwakili oleh penasihat hukum daripada memberikan kesaksian secara langsung tidak mengurangi akuntabilitas ataupun mengindikasikan kurangnya transparansi".