Top skor Piala Dunia 2026 – Siapa yang akan meraih Sepatu Emas?

Sumber gambar, Getty Images
- Penulis, Andy Cryer
- Peranan, Jurnalis Senior BBC Sport
- Telah diterbitkan
- Waktu membaca: 5 menit
Perlahan tapi pasti, persaingan meraih predikat pencetak gol terbanyak alias Sepatu Emas pada Piala Dunia 2026 akan dikenang sepanjang masa.
Lionel Messi dan Kylian Mbappe sama-sama telah mencetak enam gol. Adapun Erling Haaland telah menjaringkan lima gol.
Ini baru kedua kalinya dalam sejarah Piala Dunia, tiga pemain mencetak empat gol atau lebih setelah dua pertandingan. Pertama kalinya peristiwa serupa terjadi, yaitu pada Piala Dunia 1954.
Sejumlah pengamat sepak bola menduga khalayak dunia sedang menyaksikan sesuatu yang istimewa ketika para pemain terbaik dunia memecahkan rekor di panggung terbesar olahraga ini.
Pakar sepak bola Prancis, Julien Laurens, mengatakan kepada BBC Sport: "Dengan para bintang besar, mereka ingin bola sepanjang waktu.
"Saya kira mereka bukan hanya mengejar Sepatu Emas, sebagian dari mereka juga mengejar rekor sepanjang masa."
Rekor Miroslav Klose tumbang
Saat Piala Dunia 2026 dimulai, rekor Miroslav Klose masih bertahan. Pemain Jerman itu memuncaki daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 16 gol.
Tiga pertandingan berlalu, Messi memecahkan rekor gol Piala Dunia terbanyak sepanjang masa dengan koleksi 19 gol. Enam dari jumlah tersebut dia sumbangkan saat Argentina menghadapi Austria (dua gol), Aljazair (tiga gol), dan Yordania (satu gol) pada fase grup Piala Dunia 2026.
Koleksi tersebut kemungkinan akan bertambah mengingat Argentina belum tersingkir dari ajang itu.

Sumber gambar, Reuters
Mbappe tidak mau kalah. Penyerang Paris Saint Germain itu kini telah mencetak 18 gol—terpaut satu gol dari Messi—dari tiga Piala Dunia.
Pada Piala 2026, Mbappe menyumbangkan dua gol ke gawang Senegal dan dua gol ke gawang Irak pada babak grup. Yang terbaru, dia membantu Prancis menyingkirkan Swedia dari babak 32 besar dengan mencetak dua gol.
Pakar sepak bola Prancis, Julien Laurens, berkata: "Saya pikir ini bisa menjadi pertunjukan Kylian Mbappe lagi karena rekor luar biasa yang sedang ia kejar, sekarang dipegang oleh Lionel Messi."

Sumber gambar, FIFA via Getty Images
Haaland tidak jauh tertinggal. Pemain Manchester City itu mencetak empat gol pada babak grup saat Norwegia menghadapi Irak (dua gol) dan Senegal (dua gol).
Pada babak 32 besar, Haaland menceploskan satu gol ke gawang Pantai Gading.
Persaingan top skor tidak hanya antara Messi, Mbappe, dan Haaland.
Ousmane Dembele (Prancis) dan Vinicius Junior (Brasil) menempel ketat dengan perolehan empat gol masing-masing.
Siapa yang akan jadi top skor?
Lalu siapa yang bakal menjadi top skor?
Mantan penyerang Skotlandia, Ally McCoist, mengatakan kepada ITV: "Dari segi kemampuan alami sepak bola, Messi berada di depan. Kylian Mbappe mungkin di posisi kedua. Tetapi di depan gawang, Haaland adalah yang terbaik.
"Tidak mungkin membandingkan para pemain ini. Harry Kane juga pemain yang lebih lengkap dibanding Haaland.
"Tetapi dalam hal memasukkan bola ke dalam gawang, Haaland mungkin yang terbaik yang ada. Dalam hal penyelesaian akhir, dia sangat sulit ditandingi."
Baca juga:
Mantan gelandang Inggris, Karen Carney, menambahkan di ITV: "Ini adalah hari para superstar. Messi mencuri perhatian, tetapi Mbappe dan Haaland juga tampil luar biasa. Mari berharap Harry Kane bisa ikut beraksi."
Mengincar rekor Piala Dunia 1958
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Messi yang kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia telah menjadi tajuk utama.
Namun dia bukan satu-satunya yang memecahkan rekor pada turnamen ini.
Mbappe kini memuncaki daftar pencetak gol terbanyak timnas Prancis.
Kemudian, Haaland adalah pencetak gol terbanyak Piala Dunia bagi Norwegia—hanya setelah dua pertandingan.
Lalu, Harry Kane telah menyamai rekor gol Gary Lineker untuk Inggris di Piala Dunia.
Semuanya akan mengincar rekor Just Fontaine dari Prancis pada Piala Dunia 1958 yaitu mencetak 13 gol dalam satu turnamen.
Hanya tiga pemain—Fontaine, Gerd Muller untuk Jerman pada 1970, dan Sandor Kocsis dari Hungaria pada 1954—yang pernah mencetak gol hingga dua digit dalam satu Piala Dunia.
Baca juga:
Mantan bek Prancis, Gael Clichy, mengatakan kepada BBC Sport: "Kylian Mbappe adalah bagian dari generasi yang memiliki faktor tanpa rasa takut.
"Saya ingat ketika saya memulai, kami harus menghormati generasi yang lebih tua saat kami masuk. Kami juga tidak berupaya mempermalukan para senior.
"Generasi ini, mereka punya rasa hormat, tetapi dengan cara berbeda. Jangan bicara tentang usia, bicara tentang performa."
Jadi, kembali ke persoalan kecil tentang persaingan meraih Sepatu Emas.
"Itu bukan sesuatu yang saya pikirkan sekarang," kata Mbappe.
"Leo selalu mencetak gol. Dia selalu melakukannya dan akan selalu begitu.
"Jika saya mulai memperhatikannya, saya akan merasa harus melakukan lebih. Jadi saya tidak melihat apa yang dia lakukan. Saya hanya memikirkan membantu tim saya. Dengan membantu tim, saya mencetak gol dan mendekati level tersebut."

Sumber gambar, Gamma-Keystone via Getty Images
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, mungkin tidak mengejutkan, menyanjung Haaland.
"Dia adalah penyerang terbaik – dia tidak bermain untuk Prancis atau Argentina, dia mencetak gol untuk Norwegia," katanya.
"Lebih mudah memenangkan Sepatu Emas ketika Anda bermain untuk Prancis dan Argentina, tetapi kami akan mencoba memberi Erling lebih banyak pertandingan, dan lebih banyak dukungan juga di pertandingan berikutnya. Jadi dia sedang on fire dan saya sangat senang untuknya bahwa dia bisa mencetak gol di panggung terbesar."





























