Prajurit TNI tewas di Lebanon: Kemlu Indonesia mengutuk keras, DPR minta pasukan TNI ditarik

TNI, UNIFIL, Lebanon

Sumber gambar, ALI DIA/AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Foto ilustrasi: Tentara Indonesia yang ditempatkan sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon selatan, mengamati sebuah kendaraan Humvee tentara Israel yang diparkir di sisi perbatasan Lebanon-Israel, 10 Desember 2007.
Waktu membaca: 4 menit

Seorang prajurit TNI bernama Farizal Rhomadhon dengan pangkat Prajurit Kepala meninggal dunia saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka dan kini mendapatkan perawatan medis secara intensif di rumah sakit.

"Prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, sebagaimana dilaporkan kantor berita Antara, Senin (30/03).

Aulia menjelaskan, Praka Farizal merupakan personel yang tergabung dalam pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/ UNIFIL.

Menurut Aulia, Praka Farizal gugur akibat adanya serangan artileri yang menghantam lokasi kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan, Minggu (29/03).

Adapun tiga prajurit yang mengalami luka-luka, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

"Praka Rico Pramudia mengalami luka berat serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Aulia.

Aulia melanjutkan dua orang prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Level I UNIFIL.

"Sementara itu, satu orang prajurit dengan luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan," kata Aulia.

Pemerintah Indonesia mengutuk keras

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Pemerintah Indonesia mengutuk keras insiden serangan di Lebanon yang menewaskan seorang prajurit TNI yang menjadi anggota Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

"Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," kata Kemlu Indonesia melalui akun X @Kemlu_RI, Senin (30/03).

"Insiden terjadi di tengah laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan," sebut Kemlu.

Pemerintah Indonesia juga mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh atas insiden serangan tersebut, melalui jalur perundingan diplomasi untuk menurunkan intensitas ketegangan dan konflik guna mencegah kekerasan kembali terjadi.

"Meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini dan sekali lagi meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi," kata Menteri Luar Negeri, Sugiono, di sela-sela mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Jepang, Senin (30/3).

Lebanon, TNI, Unifil

Sumber gambar, Scott Peterson/Getty Images

Keterangan gambar, Foto ilustrasi: Pasukan penjaga perdamaian PBB dari Indonesia berjaga di pos pemeriksaan di markas besar mereka di Naqoura, Lebanon,17 Mei 2024.

Secara terpisah, politikus Partai Golkar yang juga anggota DPR Dave Laksono, meminta pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan kembali keberadaan prajurit TNI di Lebanon.

Bila perlu, lanjutnya, segera dilakukan penarikan pasukan TNI dari negara itu.

"Ada baiknya pemerintah melakukan, apa namanya, penarikan ataupun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (30/03).

Sebelumnya, Sekjen PBB António Guterres melalui akun X-nya, Senin (30/03), menyebut satu anggota TNI meninggal dan seorang lainnya mengalami luka serius.

"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah," tulisnya.

Dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia.

Guterres menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB.

TNI, UNIFIL, Lebanon

Sumber gambar, MAHMOUD ZAYYAT/AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Foto ilustrasi: Seorang penjaga perdamaian Indonesia dari UNIFIL sedang berpatroli di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel pada 23 Agustus 2013 di Adaysseh.

Kantor berita Reuters melaporkan, sejauh ini UNIFIL menyatakan belum mengetahui asal proyektil tersebut.

Kemlu Indonesia menyatakan keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian PBB harus dihormati sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional.

"Segala bentuk ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat diterima dan merusak upaya kolektif untuk menjaga perdamaian dan stabilitas," ujar Kemenlu Indonesia.

Dalam keterangan lebih lanjut, Kemlu Indonesia menegaskan kembali kecamannya atas serangan Israel di Lebanon selatan.

TNI, Unifil, Lebanon

Sumber gambar, ALI DIA/AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Foto ilustrasi: Tentara penjaga perdamaian Indonesia dari UNIFIL mengamati suatu area dari titik al-Abbad di perbatasan Lebanon-Israel, dekat Hula di Lebanon selatan, pada 8 Juli 2009.

Indonesia, melalui Kemlu, juga menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.

Serta, "menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memajukan perdamaian," tegas Kemlu.

Berita ini akan diperbarui secara berkala.