Piala Dunia 2026: Brasil tersingkir, posisi Ancelotti terancam

Sumber gambar, Maurice van Steen/ANP via Getty Images
Dua gol Erling Haaland menyudahi perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026. Lima kali juara dunia itu tersingkir, sekaligus memastikan Norwegia lolos ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Brasil harus menyesali kegagalan Bruno Guimaraes mengeksekusi penalti pada babak pertama.
Haaland tampil sebagai pahlawan bagi Norwegia pada menit ke-79. Dia berhasil mendahului bek tengah Gabriel dan menyambut umpan silang Andreas Schjelderup. Gol ini membawa Norwegia unggul atas Brasil.
Penyerang Manchester City itu kemudian memastikan kemenangan Norwegia melalui tendangan datar nan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-90.
Brasil sempat memperoleh penalti kedua pada detik-detik akhir pertandingan setelah wasit Ismail Elfath menilai Leo Ostigard melakukan pelanggaran terhadap Casemiro.
Neymar yang menjadi algojo berhasil mengkonversinya menjadi gol.
Tapi gol itu hanya menjadi hiburan bagi Brasil, yang tersingkir sebelum babak perempat final untuk pertama kalinya sejak 1990.
Pada babak perempat final, Norwegia akan menghadapi Inggris atau Meksiko.
Laga Meksiko-Inggris digelar di Mexico City, Senin, 6 Juli 2026, pukul 08.00 WIB.

Sumber gambar, Paulo H. Dias/Eurasia Sport Images/Getty Images
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Dalam laga di New Jersey, gelandang Norwegia Patrick Berg sempat menjebol gawang Brasil saat pertandingan baru berjalan empat menit.
Namun, perayaan gol itu terhenti setelah Alexander Sorloth dinyatakan berada dalam posisi offside.
Setelah lolos dari ancaman awal tersebut, Brasil mendapat peluang emas untuk unggul ketika Kristoffer Ajer menjatuhkan Matheus Cunha di kotak penalti.
Baca juga:
Tapi, penalti Bruno Guimaraes pada menit ke-15 berhasil digagalkan kiper Norwegia, Orjan Nyland.
Penjaga gawang berusia 35 tahun itu menjadi salah satu sosok kunci di balik kemenangan Norwegia, sama pentingnya dengan Erling Haaland.
Nyland juga melakukan penyelamatan penting saat menggagalkan peluang Vinicius Junior, yang sebelumnya merebut bola dari kapten Norwegia, Martin Odegaard.
Endrick masuk menggantikan Cunha pada menit ke-58 dan nyaris memecah kebuntuan dengan sentuhan pertamanya setelah menerima umpan terobosan dari Vinicius.
Namun, penyerang berusia 19 tahun itu gagal mengarahkan bola ke gawang meski berhadapan satu lawan satu dengan Nyland.

Sumber gambar, Daniel Castelo Branco/Eurasia Sport Images/Getty Images
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, kemudian memasukkan Neymar 10 menit berselang.
Meski demikian, Norwegia justru lebih banyak menciptakan peluang pada seperempat akhir pertandingan.
Kiper Brasil, Alisson, sempat menggagalkan upaya Andreas Schjelderup sebelum pemain sayap Benfica itu mengirim umpan silang yang kemudian ditanduk Haaland menjadi gol.
Nyland kembali menunjukkan perannya pada menit ke-86 ketika dia menepis tendangan melambung yang berbelok arah hingga membentur tiang gawang.
Tak lama kemudian, Haaland mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut.
Tambahan gol itu membuat penyerang Manchester City tersebut mengoleksi tujuh gol dan menyamai perolehan Kylian Mbappe serta Lionel Messi dalam persaingan perebutan Sepatu Emas Piala Dunia.

Sumber gambar, Maddie Meyer/FIFA via Getty Images
Analisis: Haaland menangi duel lawan Gabriel, masa depan Ancelotti dipertanyakan
Semua sorotan tertuju pada Erling Haaland dan bek Arsenal, Gabriel, saat keduanya melanjutkan rivalitas di Liga Inggris.
Kedua pemain beberapa kali terlibat duel keras di level klub, sehingga pertemuan mereka di panggung internasional kali ini menghadirkan daya tarik tersendiri.
Duel pertama yang melibatkan kedua pemain baru terjadi setelah pertandingan melewati setengah jam. Insiden itu membuat Gabriel sempat tersungkur di lapangan.

Sumber gambar, Dan Mullan/Getty Images
Sementara itu, satu-satunya sentuhan Haaland di dalam kotak penalti sepanjang babak pertama hanya menghasilkan sebuah tendangan yang mudah diamankan Alisson.
Seiring berjalannya laga, ancaman yang dibawa Haaland semakin terasa.
Pada menit ke-67, penyerang berusia 25 tahun itu berhasil mendahului Douglas Santos dan nyaris menyambar umpan silang Kristoffer Ajer di tiang jauh.
Tapi, momen paling menentukan hadir 12 menit kemudian ketika dia mengalahkan Gabriel dalam duel udara yang berujung gol pembuka Norwegia.
Haaland kemudian menciptakan gol keduanya lewat aksi individu yang gemilang.
Tambahan itu membuat koleksi golnya mencapai tujuh gol hanya dalam empat penampilan di turnamen ini.

Sumber gambar, Charly Triballeau/AFP via Getty Images
Di kubu Brasil, kekalahan tersebut berpotensi memicu pertanyaan perihal masa depan Carlo Ancelotti, sang pelatih kepala.
Brasil hanya menguasai 33,5% penguasaan bola dan sebagian besar mengandalkan serangan balik untuk menciptakan ancaman.
Meski demikian, mereka gagal memaksimalkan peluang yang berhasil diciptakan.
Sepanjang laga, Brasil melepaskan 14 tembakan, tetapi hanya empat yang mengarah ke gawang.
Tim Samba juga membukukan nilai expected goals (xG) sebesar 2,73. Sebaliknya, Norwegia hanya mencatat xG 0,84.
Ancelotti ditunjuk sebagai pelatih Brasil pada Mei 2025 setelah meninggalkan Real Madrid dan berhasil membawa Selecao memastikan tiket ke Piala Dunia.
Dia masih terikat kontrak hingga 2030.
Namun, cara Brasil tersingkir dari turnamen ini membuat perdebatan tentang masa depannya.































