Kapal wisata membawa 25 turis tenggelam di perairan Labuan Bajo NTT, satu orang dinyatakan hilang – Apa yang diketahui sejauh ini?

Sumber gambar, TIM SAR LABUAN BAJO
Sebuah kapal tradisional bernama KM Feronia yang membawa 25 orang turis dan lima awaknya terbalik dan tenggelam di perairan Batu Bolong, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sekitar pukul 15.02 WITA, Selasa (13/10), kata pejabat terkait.
Sebanyak lima orang awak kapal dan 24 orang penumpang telah berhasil dievakuasi, tetapi satu orang dilaporkan masih terjebak di dalam badan kapal, tambah otoritas setempat.
Belum ada keterangan rinci tentang identitas para penumpang dan awaknya.
"Proses pencarian dan evakuasi terhadap penumpang tersebut masih berlangsung," demikian rilis tertulis Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, yang diterima BBC Indonesia, Selasa (13/10) petang.
Dihubungi oleh jurnalis Eliazar Robert yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, NTT, Fathur Rahman mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk untuk mencari satu korban.
"Satu orang masih dalam pencarian," kata Fathur, Selasa (13/10) petang.
Upaya pencarian terkendala arus yang kuat dan akan dilanjutkan pada Rabu (14/10), tambah Fathur.
Sebanyak 29 korban selamat telah dibawa ke Dermaga Marina Waterfront, Labuan Bajo, untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Sumber gambar, TIM SAR LABUAN BAJO
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Dilaporkan, KM Feronia berlayar dari Labuan Bajo menuju Rinca, NTT.
Kapal itu membawa 25 orang penumpang dan lima orang awak kapal, termasuk nakhoda, berdasarkan data manifest.
Berdasarkan informasi awal dari salah satu awak kapal, kapal tersebut sebelumnya mengangkut penumpang yang telah selesai melakukan aktivitas menyelam (diving) di perairan Manta.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju Dermaga Marina.
Saat melintasi perairan sekitar Tatawa Besar, kapal dihantam oleh arus kuat hingga terbalik, ungkap otoritas setempat.
Berdasarkan laporan awal, kejadian diduga berkaitan dengan keterlambatan antisipasi nakhoda terhadap arus kuat saat kondisi air pasang tertinggi.
"Ada pusaran air dan ada arus air yang cukup kencang, itu penyebab kapal itu tenggelam," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, NTT, Fathur Rahman
Tapi, menurut kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan setempat, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi lebih lanjut.
Otoritas setempat telah berkoordinasi dengan unsur terkait guna mendukung kelancaran proses pencarian dan evakuasi serta penanganan kecelakaan secara optimal.

Sumber gambar, TIM SAR LABUAN BAJO
Laporan-laporan media menyebutkan kapal tersebut membawa sejumlah wisatawan asing.
Dalam video yang beredar, seperti dilaporkan Kompas.com, badan kapal tidak lagi terlihat di permukaan laut.
Terlihat dalam video itu ada empat life raft atau rakit penolong berwarna oranye terlihat mengapung di perairan tersebut.
Menurut Kompas.com, seseorang menyebut dirinya sebagai Nur, admin operator penyelaman yang mengurus perjalanan wisata itu, mengatakan kapal membawa sejumlah wisatawan asing yang hendak menyelam di perairan TNK.
Mereka berangkat dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Selasa sekitar pukul 06.00 Wita.
"Mereka mau diving di side diving di sana," kata Nur.
Selain wisatawan, Nur mengatakan kapal tersebut juga membawa lima ABK.
Artikel ini akan diperbarui secara berkala.

































