KPK lakukan operasi tangkap tangan sejumlah pejabat BNPB

KPK, OTT, BNPB
Keterangan gambar, Ilustrasi.
Telah diterbitkan
Waktu membaca: 3 menit

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13/10).

Belum dijelaskan siapa saja yang terjerat dalam OTT tersebut dan terkait kasus apa.

"Ada beberapa pihak yang sudah diamankan dan sedang diminta keterangan," kata Ketua KPK Setyo Budiyanto kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/10).

Mereka yang diamankan masih berstatus terperiksa, tambahnya.

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk mengumumkan status para pihak yang terjaring OTT.

Laporan-laporan media menyebutkan, penyidik KPK berada di gedung BNPB pada Selasa (13/10) malam.

Mereka didampingi sejumlah anggota Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI).

KPK belum ungkap siapa yang ditangkap

Sampai sekitar pukul 21.00 WIB, Selasa (13/10), KPK belum menjelaskan siapa saja pejabat BNPB yang terjerat dalam OTT tersebut dan terkait kasus apa.

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
BBC News Indonesia - Kini hadir di
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

"Memang benar bahwa hari ini kami melaksanakan kegiatan tangkap tangan di BNPB," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, kepada wartawan di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Selasa (13/10), seperti dilaporkan Detik.com.

"Untuk selanjutnya masih dalam proses. Mohon ditunggu," lanjutnya.

Dia mengatakan saat ini KPK masih melakukan pendalaman.

"Kita juga sedang melakukan pendalaman dan malam ini juga kita akan tentunya melakukan rapat dan yang lainnya," ujar Asep.

Dia juga belum membeberkan perkara yang melatarbelakangi OTT, termasuk kemungkinan terkait dengan kasus kebakaran hutan dan lahan.

"Nanti akan dijelaskan lebih lanjut lebih jelas setelah kita melakukan ekspose dan nanti akan disampaikan secara resmi di konferensi pers," imbuhnya.

Asep meminta publik bersabar hingga gelar perkara selesai. Menurutnya, forum ekspos akan menjadi dasar bagi KPK untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Besok setelah kita akan ekspos, kita akan jelaskan secara lebih rinci," tandas Asep.

Apa respons BNPB?

Menanggapi operasi tangkap tangan KPK, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghormatinya.

"BNPB menghormati sepenuhnya proses dan prosedur hukum yang sedang dilakukan oleh KPK. BNPB menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah," kata jubir BNPB, Berton Padjaitan, kepada wartawan, Selasa (13/10), seperti dilaporkan Detik.com.

BNPB menurutnya akan bersikap kooperatif atas langkah KPK.

"Dan akan memberikan dukungan data serta akses informasi yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berton melanjutkan, BNPB tidak akan melakukan intervensi dalam bentuk apapun terhadap proses penyelidikan dan penyidikan.

Artikel ini akan diperbarui secara berkala.