Prajurit Israel hancurkan patung Yesus di Lebanon, umat Kristen di AS geram – 'Sekutu kami yang menerima miliaran dolar dan senjata kami'

Sumber gambar, Reuters
- Penulis, Yolande Knell
- Peranan, Koresponden BBC di Timur Tengah
- Melaporkan dari, Jerusalem
- Waktu membaca: 4 menit
Sebuah foto yang memperlihatkan seorang prajurit Israel memukul patung Yesus dengan godam di Lebanon selatan telah memicu kecaman luas di dunia maya.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan dirinya "terkejut dan sedih" atas apa yang terjadi.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, mengatakan: "Kami meminta maaf atas insiden ini dan kepada setiap umat Kristen yang perasaannya terluka."
Warga setempat mengatakan patung itu berada pada sebuah salib di luar rumah sebuah keluarga di pinggiran Debel, salah satu dari sedikit desa yang penduduknya masih bertahan selama Israel memerangi Hizbullah.
Bukan insiden pertama
Kepala jemaat Debel, Pastor Fadi Flaifel, mengatakan kepada BBC: "Kami sepenuhnya menolak penodaan terhadap salib, simbol suci kami, dan semua simbol keagamaan."
"Ini bertentangan dengan deklarasi hak asasi manusia, dan tidak mencerminkan peradaban," lanjut Pastor Fadi Flaifel.
Dia mengklaim tindakan serupa pernah terjadi sebelumnya.
Baca juga:
Militer Israel mengonfirmasi bahwa gambar yang beredar di media sosial itu asli, dan mengatakan pihaknya memandang insiden tersebut "dengan sangat serius dan menekankan bahwa perilaku prajurit tersebut sepenuhnya tidak sejalan dengan nilai-nilai yang diharapkan dari pasukannya".
"Langkah-langkah yang tepat" akan diambil terhadap pihak-pihak yang terlibat, tambah militer Israel (IDF), seraya mengatakan mereka bekerja sama dengan komunitas Kristen untuk "mengembalikan patung tersebut ke tempatnya".
Ribuan tentara Israel terus menduduki wilayah di Lebanon selatan setelah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon mulai berlaku pada Jumat (17/04).
Gencatan senjata itu menghentikan enam pekan pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah. Kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran.
Kecaman dari umat Kristen di AS
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Kabar tentang serangan terhadap patung Yesus di Lebanon mendorong Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee—yang merupakan seorang pendeta Kristen Protestan—menulis di X bahwa "konsekuensi yang cepat, berat, dan terbuka diperlukan".
Para komentator sayap kanan di AS dengan cepat mengecam foto prajurit Israel dan patung Yesus tersebut.
"Mengerikan," tulis Matt Gaetz, mantan penasihat Presiden Donald Trump dan mantan anggota Kongres, ketika ia mengunggah ulang foto itu.
Mantan anggota Kongres AS, Marjorie Taylor Greene, juga membagikan foto tersebut dan menulis: "'Sekutu terbesar kami' yang setiap tahun menerima miliaran dolar pajak dan senjata kami."
Komentar-komentar itu sejalan dengan jajak pendapat yang menunjukkan penurunan dukungan terhadap Israel di AS. Sebuah survei baru-baru ini oleh lembaga kajian Pew Research Center yang berbasis di AS, menyebutkan 60% orang dewasa AS memiliki pandangan negatif terhadap Israel, naik dari 53% tahun lalu.

Sumber gambar, Getty Images
Pandangan tersebut menguat akibat sejumlah insiden yang dilakukan Israel.
Bulan lalu, kepolisian Israel mencegah pemimpin tertinggi Katolik Roma di Yerusalem memasuki Gereja Makam Kudus untuk mengadakan misa pada Minggu Palma. Kepolisian Israel mengatakan hal ini dilakukan karena kekhawatiran keselamatan selama perang dengan Iran.
Huckabee menyebut insiden tersebut sebagai "tindakan kelewatan yang disayangkan dan menimbulkan dampak besar di seluruh dunia".
Tindakan pembatasan Israel dan larangan terhadap para pemuka agama Kristen untuk masuk ke gereja, menurutnya, "sulit untuk dipahami atau dibenarkan".
'Permusuhan terbuka'
Laporan tahun 2025 oleh Rossing Center, sebuah organisasi berbasis di Yerusalem yang bertujuan mendorong hubungan lintas agama di Tanah Suci, menyebut adanya "lonjakan dalam permusuhan terbuka terhadap Kekristenan", yang dikaitkan dengan "pendalaman polarisasi dan tren politik ultra-nasionalis yang berkelanjutan".
Namun, penilaian itu ditepis oleh pejabat Israel.
PM Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa "populasi Kristen di Israel berkembang tidak seperti di tempat lain di Timur Tengah".
Ia melanjutkan: "Israel adalah satu-satunya negara di kawasan di mana populasi Kristen dan standar hidupnya meningkat. Israel adalah satu-satunya tempat di Timur Tengah yang menjunjung kebebasan beribadah bagi semua."

Sumber gambar, Getty Images
Israel memulai operasi militer pada 2 Maret. Negara itu menuding Hizbullah memulai konfrontasi dengan menembakkan roket ke Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran setelah Israel dan AS melancarkan perang terhadap Teheran pada akhir Februari.
Operasi militer Israel di Lebanaon menyebabkan lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi dan lebih dari 2.290 orang tewas, termasuk 177 anak-anak dan 100 tenaga kesehatan, menurut otoritas Lebanon.
Sebanyak 13 tentara Israel dan dua warga sipil tewas akibat serangan Hizbullah pada periode yang sama, menurut pejabat Israel.




























