AS siap cetak uang kertas US$250 yang menampilkan wajah Trump

Sumber gambar, Reuters
- Penulis, Kwasi Gyamfi Asiedu
- Melaporkan dari, Washington
- Telah diterbitkan
- Waktu membaca: 4 menit
Pemerintah Amerika Serikat sedang bersiap mencetak uang kertas pecahan US$250 yang menampilkan potret Presiden Donald Trump, jika para anggota parlemen mengizinkan langkah tersebut.
Undang-undang federal melarang pencetakan uang AS dengan gambar seseorang yang masih hidup. Akan tetapi, para sekutu Trump di Kongres telah mengajukan rancangan undang-undang baru.
Seorang juru bicara Departemen Keuangan mengatakan kepada BBC bahwa lembaga tersebut "sedang melakukan perencanaan yang sesuai dan uji tuntas" sebagai tanggapan atas usulan rancangan UU tersebut.
Para anggota parlemen di balik usulan itu mengatakan bahwa nominal tersebut akan melambangkan peringatan 250 tahun berdirinya AS pada tahun ini.
Jika disahkan, uang itu akan menjadi contoh terbaru dari Trump dan para sekutunya yang menempatkan wajah, nama, dan kemiripan Trump pada institusi serta simbol nasional.
Sebelumnya, tanda tangan Trump sudah dijadwalkan akan muncul pada uang kertas AS sebagai bagian dari perayaan 250 tahun negara tersebut.
Bagaimana tampilan uang kertas US$250?
Konsep artistik untuk uang kertas US$250 belum dirilis ke publik, tetapi desain telah diminta oleh Bureau of Engraving and Printing (BEP), sebuah sublembaga dari Departemen Keuangan yang mengembangkan dan memproduksi mata uang AS.
Washington Post pertama kali melaporkan rencana Departemen Keuangan tersebut.
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
"Jika mandat legislatif ini ditandatangani menjadi undang-undang, BEP bergerak secara proaktif untuk memproduksi uang peringatan US$250 yang akan secara tepat mengakui peringatan 250 tahun negara besar kita," kata juru bicara Departemen Keuangan dalam sebuah pernyataan.
Baca juga:
Legislasi baru untuk memberlakukan uang kertas US$250 diajukan tahun lalu oleh anggota DPR AS, Joe Wilson, seorang Republikan dari Negara Bagian South Carolina.
Rancangan UU tersebut memerlukan persetujuan dari DPR dan Senat AS.
Ketika ditanya tentang kemungkinan uang kertas baru, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan hal tersebut "sepenuhnya berada di tangan" Kongres. Menurutnya, Departemen Keuangan akan mengikuti hukum jika legislasi disahkan.
Dia juga mengatakan bahwa dirinya tidak "melihat ada hal yang tidak pantas" tentang gambar orang yang sedang menjabat pada uang peringatan 250 tahun negara tersebut.
Langkah untuk menciptakan uang kertas US$250 juga dapat bertentangan dengan undang-undang federal lain yang menetapkan denominasi yang dapat diproduksi.
Undang-undang tersebut tidak mencakup US$250.

Sumber gambar, LightRocket via Getty Images
Uang kertas pecahan US$100, yang menampilkan Benjamin Franklin, salah satu bapak pendiri AS, merupakan uang kertas pecahan terbesar yang dicetak saat ini.
AS sebelumnya telah menerbitkan uang kertas dengan nilai lebih besar termasuk US$500, US$1000, dan US$10.000, tetapi praktik itu dihentikan pada tahun 1969.
Uang pecahan besar tersebut tetap merupakan alat pembayaran yang sah tetapi tidak beredar, karena sebagian besar disimpan kolektor mata uang.
Uang kertas baru biasanya memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dikembangkan dan melibatkan berbagai lembaga termasuk Federal Reserve Board dan US Secret Service.
Desainnya juga dirahasiakan.
"Desain uang kertas biasanya dipublikasikan enam hingga delapan bulan sebelumnya untuk tujuan edukasi publik global dan edukasi penangan uang tunai," menurut BEP.
"Menerbitkan desain lebih awal akan membantu pemalsu dan menyebabkan kebingungan di pasar, sehingga menurunkan kepercayaan terhadap mata uang AS."
Tidak jelas apakah uang kertas pecahan US$250 dapat dicetak tepat waktu untuk peringatan 250 tahun pada 4 Juli.
Bagaimana reaksi politisi AS?
Senator AS, Mark Warner, yang merupakan anggota Komite Perbankan Senat, mengkritik rencana merilis US$250.
"Ketika warga Amerika susah payah menghadapi kenaikan harga bensin, bahan makanan, perumahan, dan perawatan kesehatan, prioritas Presiden Trump untuk penggunaan dana pembayar pajak benar-benar tidak menyentuh tantangan yang dihadapi keluarga setiap hari," kata Warner, seorang Demokrat dari Negara Bagian Virginia, dalam sebuah pernyataan.
"Jika Gedung Putih ini mengerahkan setidaknya setengah dari energi yang sama untuk menurunkan biaya seperti yang dilakukannya untuk memicu ego presiden, keluarga Amerika tidak akan membutuhkan uang kertas US$250 baru itu hanya untuk mengisi tangki bensin mereka."
Sejak menjabat tahun lalu, Presiden Trump berupaya menempatkan wajah, nama, dan kemiripannya pada bangunan publik dan simbol AS.
Kennedy Center diubah namanya untuk menyertakan nama Trump, dan potretnya akan ditampilkan pada paspor AS.
Pesawat kepresidenan Air Force One juga sedang dicat ulang dengan warna pilihan Trump.
































