Kapolri Jenderal Listyo Sigit diganti, DPR setujui Komjen Pol Suyudi Ario Seto jadi Kapolri baru – Apa yang diketahui sejauh ini?

Calon tunggal Kapolri Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menjabat tangan Ketua Komisi III DPR RI usai uji kelayakan dan kepatutan di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (01/10). ANTARA/Fath Putra
Keterangan gambar, Calon tunggal Kapolri Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menjabat tangan Ketua Komisi III DPR usai uji kelayakan dan kepatutan di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (01/10).
Telah diterbitkan
Waktu membaca: 5 menit

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Komjen Polisi Suyudi Ario Bayu menjadi Kapolri yang baru, menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Hal itu disahkan dalam rapat paripurna DPR, Kamis (01/10).

Rapat paripurna itu digelar setelah Komisi III DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi Ario Bayu yang berlangsung sekitar 30 menit.

Uji kelayakan itu menyetujui nama Suyudi sebagai calon tunggal.

Dalam rapat paripurna, Ketua DPR Puan Maharani bertanya:

"Selanjutnya kami meminta persetujuan pengangkatan Komjen Suyudi Ario Seto, sebagai Kapolri apakah dapat disetujui?"

Jawaban setuju kemudian terdengar dari peserta rapat.

Puan kemudian mengetuk palu sebagai tanda pengesahan Komjen Suyudi sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Uji kelayakan dan kepatutan berlangsung sekitar 30 menit

Hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), yang berlangsung sekitar 30 menit, pada Kamis (01/1) di gedung DPR, memutuskan Komjen Suyudi Ario Bayu sebagai Kapolri yang baru.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengatakan keputusan itu sudah mendapat persetujuan dari para fraksi partai politik, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), dan pimpinan DPR RI.

"Kita langsung saja, apakah secara aklamasi dapat disetujui?" tanya Habiburokhman yang dijawab setuju oleh seluruh anggota DPR RI yang hadir, seperti dilaporkan kantor berita Antara.

Calon Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Keterangan gambar, Calon Kapolri yang baru, Komjen Suyudi Ario Seto di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (01/10).

Dengan persetujuan itu, dia mengatakan uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI telah selesai.

Menurut dia, hasil keputusan Komisi III DPR RI itu akan langsung dibawa ke tingkat Rapat Paripurna DPR RI.

Sebelumnya, DPR menerima Surat Presiden (Surpres) perihal permohonan uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri.

Dengan surat itu, Komisi III langsung menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Kapolri usulan Presiden.

Prabowo kirim surat ke DPR untuk memberhentikan Listyo Sigit

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
BBC News Indonesia - Kini hadir di
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Presiden Prabowo Subianto mengirim surat presiden (surpres) kepada DPR, Kamis (01/10), untuk memberhentikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Prabowo kemudian mengusulkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Suyudi Ario Seto, menjadi calon Kapolri.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kemudian langsung melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Ario Seto pada Kamis (01/10) di gedung DPR.

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman saat rapat di gedung DPR, Jakarta berkata bahwa DPR telah menerima surat dari Presiden Prabowo Subianto.

"Pagi ini Pimpinan DPR mendapatkan surat dari Presiden Nomor R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026. Perihal usulan pemberhentian dari jabatan Kapolri dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri," kata Habiburokhman.

Baca juga:

Habiburokhman menambahkan, calon Kapolri yang akan diuji kelayakan adalah Komjen Suyudi yang saat ini menjabat Kepala BNN.

"Maka sesuai dengan barusan digelar Badan Musyawarah DPR, hari ini 1 Oktober pagi, menugaskan Komisi III DPR melaksanakan uji kelayakan terhadap Komjen Suyudi, calon Kapolri," katanya. "Apakah disepakati?

"Setuju," jawab peserta rapat.

Di hadapan Suyudi Ario Seto, Habiburokhman berujar: "Yang terhormat calon Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto."

Habiburokhman mengutarakan hal itu saat membuka uji kelayakan calon Kapolei yang baru di gedung DPR.

Dalam paparannya, Suyudi mengucapkan terima kasih ke Presiden Prabowo, jajaran pemerintah, DPR serta pihak yang memberikan kepercayaan kepadanya.

Suyudi mengaku semakin besar kewenangan yang diberikan semakin tinggi pula tanggung jawab yang mesti dijalankan secara benar.

Ia menyoroti persoalan transformasi di tubuh kepolisian yang belum berjalan optimal, termasuk di ranah kultural. Ia juga mendorong kedekatan kepolisian dengan masyarakat.

Listyo Sigit sempat dampingi Presiden Prabowo di Lubang Buaya

Sebelum diberhentikan, Kapolri Listyo Sigit sempat mendampingi Presiden Prabowo saat memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (01/10) pagi.

Kapolri merupakan salah satu tamu undangan dan peserta upacara dalam peringatan tersebut.

Dalam beberapa momen, seperti dilaporkan Kompas.com, Sigit terlihat berdiri di belakang Prabowo saat kepala negara berdoa di depan sumur Lubang Buaya.

Sigit juga tampak berbincang dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sambil tersenyum.

LIstyo Sigit, Gibran
Keterangan gambar, Kapolri Jenderal Lisyo Sigit Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran di sela peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (01/10).

Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kapolri sejak tanggal 27 Januari 2021.

Dia dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis. Masa jabatan Kapolri sejatinya selesai sampai 2029.

Siapa Komjen Suyudi Ario Seto dan bagaimana perjalanan kariernya?

Komjen Suyudi Ario Seto lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973.

Suyudi adalag lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994.

Dia juga menempuh studi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2018.

Karier Suyudi Ario Seto di Polri berlangsung di berbagai bidang, terutama pada fungsi reserse dan kriminal, seperti dilaporkan Kompas.com.

Sejumlah posisi strategis pernah diembannya, baik di tingkat kepolisian daerah maupun markas besar Polri.

Namanya pernah menjabat sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Pasar Minggu, serta Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.

Kariernya berlanjut dengan sejumlah penugasan lainnya, termasuk memimpin unit Jatanras Polda Metro Jaya.

Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto di sebuah acara.
Keterangan gambar, Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto di sebuah acara.

Suyudi juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dan Polres Metro Jakarta Barat, serta Kanit Resmob Bareskrim Polri.

Selain bertugas di bidang reserse, Suyudi juga pernah dipercaya sebagai Kapolsek Metro Tanah Abang.

Ia kemudian memimpin sejumlah kepolisian resor, di antaranya Polres Majalengka, Polres Bogor, dan Polres Metro Jakarta Pusat.

Jabatan strategis di tingkat kepolisian daerah kemudian dipercayakan kepadanya.

Pada 2023, Suyudi Ario Seto menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya.

Setahun berikutnya, ia dipercaya menjadi Kapolda Banten.

Puncak penugasan Suyudi Ario Seto di lingkungan Polri berlanjut ketika ia dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).

Artikel ini akan diperbarui secara berkala.