Lebih dari 1,5 juta umat Islam mulai ibadah haji di tengah kekhawatiran perang AS-Iran – Bagaimana langkah mitigasi Indonesia?

Ka'bah, Mekkah, Arab Saudi

Sumber gambar, Ali Atmaca/Anadolu via Getty Images

Keterangan gambar, Umat Islam berdoa sambil menyentuh dinding Ka'bah setelah melakukan tawaf dan sa'i dalam keadaan ihram mengelilingi Ka'bah, pada 25 Mei 2026.
    • Penulis, David Gritten
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 4 menit

Umat Muslim mulai menunaikan ibadah haji tahunan di Arab Saudi, di tengah situasi kawasan yang terguncang oleh perang Iran-AS.

Otoritas Arab Saudi pekan lalu menyatakan sekitar 1,51 juta jemaah calon haji—termasuk dari Indonesia—telah tiba dari berbagai negara.

Jumlah itu meningkat 11.000 dibandingkan tahun lalu, meskipun terdapat kekhawatiran di kawasan terkait kemungkinan kembali memanasnya konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Walaupun ada kekhawariran, Indonesia telah memberangkatkan jemaah calon haji pada 22 dan 23 April 2026 lalu.

Pada tahun ini, Indonesia mendapatkan kuota haji resmi sebanyak 221.000 orang.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf sebelumnya mengatakan, pihaknya terus memantau konflik di Timur Tengah.

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan berbagai pihak sehingga proses haji bisa berjalan dengan baik, ujarnya.

"Mudah-mudahan pertikaian di Timur Tengah bisa segera menurun dan kami berharap mereka yang berseteru di sana menghormati proses haji umat Islam dari seluruh dunia," ujar Mochamad Irfan, seperti dilaporkan Antara, Minggu, 29 Maret 2026.

Dia juga berharap konflik itu bisa reda sehingga umat Islam dapat melaksanakan ibadah haji dengan tenang.

"Dengan menghormati itu mereka akan menurunkan tensi konflik sehingga umat Islam bisa melaksanakan haji dengan tenang dan menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya," tambahnya.

Sementara, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan, keselamatan jamaah merupakan prioritas utama pemerintah.

"Kerangka berpikir kita jelas, keselamatan jamaah adalah yang utama. Penundaan bukanlah pembatalan, melainkan langkah mitigasi risiko. Dan ini menunjukkan negara hadir untuk memastikan pelindungan, kepastian, dan ketenangan bagi seluruh jemaah," kata Puji Raharjo, awal Maret lalu.

Muslim pilgrims make their way to the Mina tent camp for the start of the Hajj pilgrimage in Mecca, Saudi Arabia (25 May 2026)

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Para jemaah harus menghadapi suhu mencapai 45 derajat Celsius pada hari pertama ibadah haji.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Sebelum gencatan senjata yang rapuh diberlakukan bulan lalu, Iran melancarkan gelombang serangan rudal dan drone terhadap Arab Saudi serta negara-negara Teluk lainnya sebagai balasan atas serangan udara AS dan Israel.

Pada 8 Maret lalu, dua warga sipil yang tinggal di kota al-Kharj di wilayah tengah tewas dalam serangan Iran, bersama seorang anggota militer AS yang ditempatkan di Pangkalan Udara Prince Sultan di dekatnya.

Kementerian pertahanan Arab Saudi, pekan lalu, mengunggah video di media sosial yang memperlihatkan sistem pertahanan udara mereka di pinggiran kota suci Mekkah, yang terletak di bagian barat negara tersebut.

"Pasukan pertahanan udara bertanggung jawab melindungi langit di atas tempat-tempat suci dan menghadapi semua ancaman udara, guna memastikan keselamatan serta ketenangan para tamu," demikian pernyataan dalam unggahan tersebut.

'Tidak ada yang menginginkan perang'

Mohammed Chahada, warga Mesir berusia 50-an, termasuk di antara jemaah yang menyatakan harapannya agar AS dan Iran dapat mencapai kesepakatan damai.

"Perang di Iran telah berdampak pada seluruh dunia. Tidak ada yang menginginkan perang atau kerugian bagi negara dan rakyat," ujarnya kepada kantor berita AFP saat meninggalkan Masjidil Haram di Mekkah, situs paling suci dalam Islam.

Jemaah lainnya mengatakan mereka bersyukur dapat tiba di Arab Saudi setelah berbulan-bulan diliputi ketidakpastian, gangguan penerbangan, dan melonjaknya biaya perjalanan.

"Saya telah ingin menunaikan ibadah haji sepanjang hidup saya, selama 40 atau 50 tahun," kata Jreish Mohammed, pria Maroko berusia 68 tahun. "Dan tahun ini, impian saya menjadi kenyataan."

haji 2026, gunung arafah

Sumber gambar, Ali Atmaca/Anadolu via Getty Images

Keterangan gambar, Para calon jamaah haji tiba di Gunung Arafah untuk melaksanakan wukuf, yang dianggap sebagai rukun haji terpenting, pada 26 Mei 2026.

Ibadah haji merupakan salah satu dari lima rukun Islam dan berlangsung pada bulan ke-12 dalam kalender lunar Islam.

Ibadah ini merupakan perjalanan yang wajib dilakukan setidaknya sekali seumur hidup oleh setiap Muslim dewasa yang mampu secara finansial dan fisik.

Para jemaah juga harus menghadapi suhu mencapai 45 derajat Celsius pada hari pertama haji tahun ini, ketika mereka menuju Masjidil Haram di Mekkah dan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali—ritual yang dikenal sebagai tawaf.

Setelah itu, mereka bergerak ke Mina, sekitar 5 kilometer dari Mekkah, untuk bermalam di tenda sebelum melanjutkan perjalanan ke Gunung Arafah, tempat Nabi Muhammad diyakini menyampaikan khutbah terakhirnya.

Hari yang dihabiskan untuk berdoa di sana dianggap sebagai puncak ibadah haji.

Menghindari penerbangan di atas wilayah konflik

Pada 16 April lalu, Kementerian Luar Negeri Indonesia berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) guna "memastikan keamanan dan keselamatan jamaah haji 2026".

Salah satunya, mereka mengimbau agar jalur penerbangan jemaah haji Indonesia "menghindari wilayah-wilayah konflik", seperti dilaporkan Antara.

calon haji Indonesia, haji, 2026

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Citro Atmoko

Keterangan gambar, Petugas pendorong kursi roda resmi bersiap melayani jamaah calon haji Indonesia di kompleks Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (20/05) waktu setempat.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan, penerbangan dan keberangkatan Haji tahun ini dipastikan tetap berlangsung sesuai rencana pemerintah Arab Saudi, walaupun terjadi konflik di kawasan itu.

Untuk itulah, demikian Heni, "bagi pengelola perjalanan jamaah haji, untuk penerbangannya diusahakan menghindari wilayah-wilayah konflik, mengingat akan ada penerbangan haji langsung ke Jeddah.