Ketika komikus ikut komentar soal Pilkada DKI Jakarta

Komik dari The Konyol terkait penyebaran fitnah di media sosial.

Sumber gambar, The Konyol

Keterangan gambar, Komik dari The Konyol terkait penyebaran fitnah di media sosial.

Adu opini jelang Pilkada DKI Jakarta membuat sebagian pengguna internet jengah. Namun bagi komikus, fenomena ini mendatangkan banyak inspirasi komik yang jenaka.

BBC Indonesia mengumpulkan beberapa di antaranya. Mana yang paling Anda suka?

Hoax

Sumber gambar, Instagram TheKonyol

<link type="page"><caption> Komik dari The Konyol</caption><url href="https://www.instagram.com/p/BLaMgjEDt1K/?taken-by=thekonyol" platform="highweb"/></link> merespons sejumlah kabar palsu yang tersebar di media sosial, termasuk tentang Pilkada DKI Jakarta. Namun komikus The Konyol berpendapat bahwa masyarakat sudah cukup cerdas dan terbuka.

"Memimpin Jakarta adalah tentang memimpin Indonesia kecil yang memiliki beragam budaya dan tradisi," kata mereka.

Bagaimana meredam hoax di internet? Anda bisa simak ulasannya <link type="page"><caption> di sini.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/trensosial/2016/10/161017_trensosial_penyebar_hoax" platform="highweb"/></link>

Kebencian

Sumber gambar, Komikazer

Azer Mustar, seniman dan komikus yang dikenal dengan akun <link type="page"><caption> Komikazer di Instagram</caption><url href="https://www.instagram.com/p/BLp_HEEhqjY/?taken-by=komikazer" platform="highweb"/></link> membuat diagram sederhana tentang bagaimana ujaran kebencian, media sosial, dan pilkada saling beririsan.

"Musim unfollow sama unfriend juga nih," kata Fabianus Bayu mengomentari unggahan Azer di Facebook.

SARA?

Sumber gambar, Komik Faktap

<link type="page"><caption> Komik Faktap</caption><url href="https://www.instagram.com/p/BLklGYxg0hi/?taken-by=komikfaktap" platform="highweb"/></link> merespons isu SARA dalam Pilkada DKI Jakarta kali ini. "Masih ada sebagian masyarakat kita yang dibodohi dengan isu SARA," kata Iskandar Salim.

Setelah komik ini diunggah di akun sosial media, tanggapan pengguna cukup positif. "Dan kalau dilihat dari jumlah orang yang membagikan gambar ini, berarti banyak yang juga sudah muak dengan kondisi ini," lanjutnya.

Pilih...pilih..

Komik yang diunggah <link type="page"><caption> Kostum (Komik strip untuk umum)</caption><url href="https://www.facebook.com/KOSTUMKOMIK/photos/a.10150234504162654.317851.247574682653/10153964850457654/?type=3&theater" platform="highweb"/></link> mewakili sejumlah unggahan di media sosial yang sering kali kita temukan.

Sumber gambar, KOSTUM

Sumber gambar, KOSTUM

Sumber gambar, KOSTUM

Bukan warga Jakarta?

Apakah warga Tangerang, Bekasi, dan Bogor tidak berhak berpendapat tentang Pilkada DKI Jakarta? <link type="page"><caption> Komik yang dibuat Beng Rahadian di laman Facebook Komik Jakarta</caption><url href="https://www.facebook.com/KomikJakarta/photos/a.232756253590757.1073741829.182936558572727/560814334118279/?type=3&theater" platform="highweb"/></link> ini mengajak Anda berpikir ulang.

Sumber gambar, Komik Jakarta Beng Rahardian

"Lu warga Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang?" kata preman bergaya kasar. "Ngapain lu ikut ngerecokin Pilkada DKI?"

"Kalau siang, mereka warga Jakarta juga," timpal orang-orang dikerumunan. "Kami juga turut menghidupkan ekonomi Jakarta. Kami berhak dan punya kepentingan berpendapat."