Tanjung Verde cetak sejarah Piala Dunia, lolos ke babak 32 besar – 'Semua orang meragukan kami'

Kiper Tanjung Verde, Vozinha,

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Kiper Tanjung Verde, Vozinha, merayakan kemenangan timnya.
    • Penulis, Rob Stevens
    • Peranan, Jurnalis BBC Sport Afrika
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 7 menit

Aksi para pemain Tanjung Verde pada Piala Dunia 2026 akan tercatat dalam sejarah setelah berhasil lolos ke babak 32 besar.

Tim berjuluk 'Hiu Biru'' tersebut telah menciptakan salah satu kejutan terbesar sepanjang masa ketika bermain imbang 0-0 dengan Spanyol pada debutnya.

Negara itu kembali menunjukkan kualitasnya di panggung terbesar sepak bola dengan menahan imbang Uruguay, 2-2.

Kepulauan yang terdiri dari 10 pulau di Samudra Atlantik ini juga menahan imbang Arab Saudi, 0-0.

Tanjung Verde finis pada peringkat dua Grup H, dengan memetik tiga poin.

Pada babak 32 besar, negara tersebut akan menantang juara bertahan, Argentina. Pertandingan akan digelar di Stadion Miami, pada Sabtu (04/07), pukul 05.00 WIB.

Tangis kebahagiaan di lapangan dan tribun penonton

Para pemain dan pendukung Tanjung Verde tampak bersorak ketika tim mereka dipastikan melangkah ke babak 32 besar.

"Tangis kebahagiaan kebanggaan terlihat di seluruh tribun," kata komentator BBC Radio 5 Live, Rob Law, di Houston.

"Ada momen indah ketika mereka semua berkumpul sambil menunggu peluit panjang dibunyikan.

"Ketika akhirnya terjadi, air mata mengalir di lapangan dan di tribun juga. Sungguh momen yang luar biasa. Momen terbaik Piala Dunia sejauh ini," ungkap Rob Law.

Pemain Tanjung Verde

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Para pemain Tanjung Verde merayakan keberhasilan tim mereka yang melangkah babak 32 besar.

Hasil ini membuktikan bahwa Tanjung Verde tidak bisa diremehkan—walau banyak pengamat yang memprediksi mereka akan kalah.

Seorang pendukung Tanjung Verde mengatakan kepada BBC Sport bahwa "semua orang meragukan kami, semua orang mengira kami tidak akan berhasil. Sekarang kami ada di sini".

Juan Mata, mantan pesepakbola yang turut mengantarkan Spanyol meraih juara Piala Dunia, mengapresiasi penampilan para pemain Tanjung Verde.

"Luar biasa apa yang mereka lakukan, bukan hanya satu pertandingan melawan Spanyol, tetapi tiga pertandingan di level tertinggi," ujar , Juan Mata, kepada ITV.

Bagaimana sebuah negara dengan hanya 525.000 penduduk, bisa melangkah sejauh ini?

Apa kunci kesuksesan Tanjung Verde?

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Alasan utama di balik kesuksesan tim berjuluk 'Hiu Biru' adalah keputusan federasi sepak bola Tanjung Verde (FCF) untuk memanfaatkan pemain dari diaspora negara tersebut.

Banyak penduduk Tanjung Verde pindah ke negara lain, terutama ke negara bekas penjajah mereka, Portugal, akibat serangkaian kekeringan parah seabad lalu. Tujuan lain adalah Belanda mengingat sebagian besar penduduk Tanjung Verde terlibat dalam pelayaran dan perdagangan maritim. Ini alasan mengapa komunitas Tanjung Verde banyak terdapat di Rotterdam, kota pelabuhan terbesar di Belanda.

Sebanyak 14 anggota skuad Tanjung Verde lahir di luar negeri, enam di antara mereka berasal dari Rotterdam.

Baca juga:

Salah satu di antaranya, penyerang Dailon Livramento, musim lalu bermain untuk Casa Pia di Liga Primeira Portugal. Dia mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan pertandingan kualifikasi melawan Kamerun pada September lalu.

"FCF telah membuat kemajuan signifikan melalui semangat, komitmen, dan rencana teknis yang jelas," kata anggota parlemen Tanjung Verde, Josina Freitas Fortes, kepada BBC Sport Afrika.

"Hasil yang kita lihat sekarang sebagian besar merupakan hasil dari kerja bertahun-tahun yang konsisten, keyakinan kuat, dan orang-orang yang telah memberikan hati mereka untuk proyek ini."

Kepulauan Tanjung Verde terdiri dari 10 pulau di Samudra Atlantik, sebelah barat Benua Afrika. Populasinya kurang dari 525.000 orang menurut data terbaru Bank Dunia

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Kepulauan Tanjung Verde terdiri dari 10 pulau di Samudra Atlantik, sebelah barat Benua Afrika. Populasinya kurang dari 525.000 orang menurut data terbaru Bank Dunia

Perekrutan bek tengah kelahiran Dublin, Roberto Lopes, melalui situs jejaring bisnis LinkedIn pada 2019 adalah bagian dari strategi FCF.

FCF juga merekrut mantan pemain sayap Manchester United, Bebe, yang pernah mewakili tim U-21 Portugal.

"Ada kepercayaan diri dari dalam tim ini bahwa kami cukup baik untuk bersaing dengan tim-tim terbaik di dunia," kata Lopes.

"Itu bukan sesuatu yang diciptakan begitu saja. Sejak saya terlibat, dan bahkan sebelumnya, sudah ada rencana berkelanjutan untuk membawa Tanjung Verde ke meja besar bersama negara-negara sepak bola besar dunia."

Bagaimana peran pelatih?

Banyak pujian atas penampilan Tanjung Verde harus diberikan kepada pelatih Bubista, mantan pemain timnas Tanjung Verde yang telah memimpin tim sejak Januari 2020.

Stabilitas dalam kepelatihan memungkinkan mantan bek tengah berusia 56 tahun itu membangun tim yang kompak dan terorganisasi dengan baik, dengan pertahanan rapi, gelandang teknis, dan penyerang berbakat.

Racikan Bubista mampu menundukkan Ghana serta menahan imbang Mesir dalam perjalanan menuju perempat final Piala Afrika 2023.

Mereka mungkin harus berterima kasih kepada kiper Vozinha atas tujuh penyelamatan yang ia lakukan dalam hasil imbang tanpa gol melawan Spanyol.

Baca juga:

Namun, kedisiplinan mereka perlu juga digarisbawahi. 'Hiu Biru' hanya melakukan satu pelanggaran terhadap juara Piala Dunia 2010 tersebut — jumlah paling sedikit yang dicatat oleh sebuah tim dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak 1966.

"Kami selalu berlatih dan bermain sebagai satu kesatuan, jadi semua yang kami lakukan dalam pertandingan bukanlah hal yang pertama kali kami lakukan," kata bek Sidny Lopes Cabral kepada BBC World Service.

"Bagi kami, ini adalah permainan kami. Inilah cara kami bermain, inilah siapa kami.

"Ini adalah kepribadian kami sebagai sebuah tim dan sebagai para pemain bertahan."

Pendukung Tanjung Verde

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Para pendukung Tanjung Verde merayakan keberhasilan tim mereka di Piala Dunia 2026.

Tanjung Verde mengambil pendekatan yang lebih menyerang dan terbuka pada pertandingan kedua Grup H melawan Uruguay, tetapi juga menunjukkan ketangguhan mereka dengan mencetak gol penyeimbang di babak kedua.

"Lebih penting daripada hasil adalah mampu menunjukkan identitas kami sebagai tim, kekuatan kami, kesatuan kami, dan juga ketangguhan kami," kata Bubista.

Bubista mendapat pengakuan atas pencapaiannya membawa Tanjung Verde lolos ke Piala Dunia dengan dinobatkan sebagai pelatih terbaik benua Afrika tahun 2025 oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika.

Dia selalu percaya timnya memiliki potensi untuk bersaing dengan elite dunia.

"Kami telah tampil sangat baik mengingat betapa kecilnya negara kami," katanya kepada BBC Sport Afrika sebelum Piala Afrika 2021, saat "Hiu Biru" mencapai babak 16 besar.

"Saya pikir di masa depan kami akan tampil di Piala Dunia."

Prediksi berani itu kini menjadi kenyataan, dan Bubista berharap pencapaian Tanjung Verde di turnamen yang diperluas ini dapat menginspirasi tim-tim underdog lainnya di seluruh dunia.

"Saya percaya bahwa sepak bola adalah milik semua orang, atau untuk semua orang," katanya.

Para pemain dan ofisial Tanjung Verde merayakan keberhasilan mereka bisa menembus babak 32 besar Piala Dunia, setelah menahan imbang Arab Saudi 0-0.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Para pemain dan ofisial Tanjung Verde merayakan keberhasilan mereka bisa menembus babak 32 besar Piala Dunia, setelah menahan imbang Arab Saudi 0-0.

Tanjung Verde akan menghadapi Argentina yang diperkuat Lionel Messi di Stadion Miami, pada Sabtu (04/07), pukul 05.00 WIB.

Gelandang Deroy Duarte, yang terpilih sebagai pemain terbaik dalam pertandingan melawan Arab Saudi, mengatakan:

"Sejujurnya, ini luar biasa. Rasanya seperti saya sedang bermimpi.

"Pertama, mari kita rayakan. Kami sangat bahagia. Semoga semua warga Tanjung Verde juga bahagia. Mulai besok, kami akan fokus ke pertandingan berikutnya.

"Melawan Argentina, bukan? Pertandingan yang sulit, tetapi mari kita percaya. Apa pun mungkin terjadi."

Dukungan sang ibu

Penampilan Tanjung Verde mendapat dukungan luar biasa dari para penonton.

Namun, ada yang spesial saat Tanjung Verde menghadapi Uruguay di Stadion Miami, pada 21 Juni 2026.

Saat itu, ibu kiper Vozinha—Ana Candida Evora—dapat menyaksikan penampilan anaknya secara langsung di stadion.

Vozinha

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Kiper Vozinha melakukan tujuh aksi penyelamatan saat Tanjung Verde menghadapi Spanyol.

Sebelumnya, pada pertandingan melawan Spanyol, Vozinha mengatakan bahwa ibunya tidak dapat menghadiri Piala Dunia karena tingginya biaya untuk mendapatkan visa AS.

Namun, ibunya mengonfirmasi kepada BBC di Sao Vicente bahwa ada pihak-pihak yang membantu agar dirinya bisa ke Miami.

"Saya sangat bahagia," kata Ana Candida Evora.

"Semua ini terjadi begitu cepat, tetapi saya tetap cukup bahagia. Saya akan melihat anak saya bermain di Piala Dunia, jika Tuhan menghendaki.

"Saya akan pergi ke sana untuk mendukungnya, memberinya kekuatan dan keberanian. Saya akan memeluknya setelah pertandingan."

Ana Candida Evora, ibu kiper Vozinha,

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Ana Candida Evora, ibu kiper Vozinha, menyaksikan penampilan anaknya saat Tanjung Verde menghadapi Uruguay di Stadion Miami pada 21 Juni 2026.

Ketua Fraksi Demokrat di DPR AS, Hakeem Jeffries, mengatakan bahwa biaya visa telah digratiskan dan tiket pesawat sudah diatur agar ibu penjaga gawang Tanjung Verde tersebut bisa menyaksikan penampilan putranya.

"Tidak ada seorang ibu pun yang seharusnya kehilangan kesempatan untuk melihat anaknya mencetak sejarah," tulis Jeffries di X.

"Saya berbicara dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan meminta Departemen Luar Negeri untuk melakukan segala yang mereka bisa guna memastikan ibunya dapat menghadiri pertandingan Tanjung Verde."

Tanjung Verde adalah salah satu dari lima negara yang berpartisipasi dalam turnamen tersebut, yang warganya diwajibkan oleh pemerintah AS untuk membayar deposit visa yang dapat dikembalikan sekitar £11.000, meskipun para penonton yang memiliki tiket pertandingan dibebaskan dari aturan ini pada bulan Mei.